Home

Nekat banget Zina :P

April 28, 2013

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dengan sanad shahih*, dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Ada seorang  pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia berkata, “Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berzina!” Maka para shahabat pun menghampirinya dan memperingatinya, “Diam kamu! Jangan bicara seperti itu!”

Kemudian Nabi berkata, “Dekatkan dia padaku.” Pemuda itupun mendekat kepada Nabi, kemudian duduk di dekat beliau. Kemudian Nabi bertanya kepada pemuda tersebut, “Apakah engkau suka kalau ibumu berzina?” Pemuda itu menjawab, “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu.” Nabi pun menjawab, “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau ibu mereka berzina” Kemudian Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau suka kalau putrimu berzina?” Dia menjawab, “Demi Allah tidak ya Rasulullah! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu.” Nabi pun menjawab : “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau anak perempuan mereka berzina” Kemudian Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau suka kalau saudari perempuanmu berzina?” Dia menjawab, “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu.” Nabi pun menjawab, “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau saudari perempuan mereka berzina.” Kemudian Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau suka kalau saudara perempuan ayahmu berzina?” Dia menjawab, “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu.” Nabi pun menjawab, “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau saudara perempuan ayah mereka berzina.” Kemudian Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau suka kalau saudara perempuan ibumu berzina?” Dia menjawab : “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu.” Nabi pun menjawab, “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau saudara perempuan ibu mereka berzina.” Kemudian Nabi meletakkan tangan beliau kepada si pemuda itu seraya mendo’akannya, “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.” Setelah itupun si pemuda sama sekali tidak punya keinginan lagi untuk berzina.

Alangkah indahnya teladan Rasulullah SAW. Begitu lembut dan penuh dengan kasih sayang. Nasihatnya tak menyakitkan si pendengarnya, bahkan menyadari kekeliruan yang dibuatnya. Dan si pendengar tidak menganggap nasihat itu sebagai sebuah larangan, melainkan contoh yang akan terjadi terhadap dirinya dan keluarganya.

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An-Nahl: 125)

”Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS Al-Anbiyaa : 107)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS Al-Ahzab : 21)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu…” (QS Ali-’Imran : 159)

———–

*Musnad Imam Ahmad, pentahqiq : Syu’aib Al Arnauth, ‘Adil Musyrif, dan lain-lain. Pentahqiq berkomentar : “Sanadnya shahih. Para perawinya semua tsiqoh dan termasuk perawi kitab Shahih”.  Al Maktabah Asy Syamilah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: